Sabtu, 21 Desember 2019

Memahami Pentingnya Menggunakan Alat Pelindung Diri

Assalamualikum Wr. WR
Hai temen temen, di blog kali ini aku pengen ngasih informasi nih tentang pentingnya menggunakan alat pelindung diri . 
Sekedar mengingatkan kembali ke temen temen bahwa APD itu sangat penting bagi kita, karena APD tersebut membantu kita terhindar dari cedera, penyakit, dan potensi bahaya lainnya di lingkungan kerja.
Nah.. kalian pasti udah paham betul tentang apa aja alat pelindung diri itu. Contoh nya sebagai berikut

Pentingnya Menggunakan Alat Pelindung Diri

 Menurut Occupational Safety and Health Administration (OSHA), alat pelindung diri adalah peralatan yang dipakai untuk melindungi pekerja dari kecelakaan atau penyakit yang disebabkan oleh adanya kontak atau paparan dengan bahaya potensial di lingkungan kerja baik, yang bersifat fisik, kimia, maupun biologis.
APD diperlukan untuk melindungi pekerja jika terdapat bahaya tanggap darurat maupun paparan bahaya potensial fisika, kimia, dan biologis. Rute paparan termasuk pernapasan, kulit, mulut (oral), dan selaput lendir (misalnya melalui mata atau luka terbuka). Oleh karena itu, penggunaan APD disesuaikan dengan potensi bahaya yang ada di tempat kerja.
Jenis alat pelingdung diri yang diperlukan di lingkungan kerja berbeda-beda, tergantung pada aktivitas yang dilakukan dan jenis bahaya di lingkungan kerja tersebut. Beberapa contoh alat pelindung diri adalah sarung tangan, safety shoes, kacamata pelindung, baju pelindung, alat pelindung telinga (ear muff, ear plug), helm, dan masker.
Dalam rangka menjaga keamanan dan keselamatan di lingkungan kerja, pekerja juga wajib memahami cara menggunakan APD dengan benar, menghadiri pelatihan mengenai penggunaan APD, menjaga kebersihan dan pemeliharaan APD, serta memberi tahu pengawas bila APD tidak berfungsi dengan baik.
Perlindungan diri saat bekerja sangat penting untuk diperhatikan. Jika tidak, cedera atau penyakit yang timbul akibat pekerjaan dapat menimbulkan gangguan kesehatan yang serius, kecacatan, bahkan kematian.

Mengendalikan Potensi Bahaya di Lingkungan Kerja

Cara terbaik untuk mengendalikan potensi bahaya di tempat kerja adalah dengan melakukan pengontrolan pada sumbernya. Hal ini dapat dilakukan oleh perusahaan dengan mengelola atau menghilangkan sumber bahaya semaksimal mungkin. Beberapa hal yang dapat dilakukan perusahaan adalah:
  • Menghilangkan, mengganti, atau merancang ulang faktor-faktor yang bisa menjadi sumber potensi bahaya.
  • Mengganti atau modifikasi peralatan dan bahan yang berbahaya.
  • Mengubah cara dan proses kerja.
Jika beberapa langkah di atas tidak dapat memberikan perlindungan yang cukup untuk para pekerja, maka perusahaan wajib menyediakan alat pelindung diri (APD) ntuk meminimalkan risiko dan potensi bahaya di lingkungan kerja.
Perusahaan juga harus membekali para pekerja dengan pemahaman dan wawasan yang baik mengenai akibat dari potensi bahaya yang dapat terjadi di tempat kerja. Para pekerja juga harus memahami cara mengendalikan bahaya tersebut.
Undang-Undang RI No. 1 Tahun 1970 tentang keselamatan kerja telah mengatur kewajiban perusahaan dalam menjaga keselamatan para pekerjanya. Ada beberapa hal yang harus dilakukan perusahaan berdasarkan undang-undang tersebut, di antaranya:
  • Melakukan penilaian bahaya potensial di lingkungan kerja untuk mengidentifikasi dan mengendalikan bahaya terhadap kesehatan dan keselamatan pekerja.
  • Menyediakan APD yang sesuai untuk pekerja dan melatih pekerja dalam menggunakan dan merawat APD.
  • Menjaga APD (termasuk mengganti APD yang rusak) secara berkala, meninjau, memperbarui, dan mengevaluasi efektivitas program pemakaian APD.
Nah temen temen itu sedikit informasi buat kalian
Semoga bermanfaat

Selasa, 17 Desember 2019

Penyakit Cacar Air Pada Anak

Assalamualaikum Wr. Wb
Perkenalkan nama saya Nurshela Oktaviani Suherman. Saya Mahasiswa dari STIKES Jendral Achmad Yani
Disini saya ingin Memberi sedikit informasi tentang

" Penyakit Cacar Air Pada Anak "


Cacar air adalah bentuk gangguan kesehatan anak yang disebabkan oleh virus varicella yang sangat cepat penyebarannya.
Tubuh anak cepat terinfeksi jika dihinggapi virus tersebut. Anak lain pun jika berada dekat dengan si penderita dapat tertular dengan mudah, karena virus tersebut disebarkan melalui batuk, pilek, berbagi makanan dan minuman.
Bersentuhan langsung dengan kulit yang terkena cacar air juga bisa menulirkan penyakit ini. Karena itulah anak-anak yang terkena cacar air sebaiknya berada di rumah selama beberapa hari, mengingat cara penularannya yang sangat mudah.

Bagaimana Gejalanya?
Pada tahap awal penyebaran virus varicella, kesehatan anak mulai menurun saat demam muncul disertai sakit kepala dan gangguan tenggorokan. Tubuh anak melemah dan tidak bisa merasa lapar. Bahkan beberapa anak menderita cacar air tanpa disertai gejala-gejala tersebut.
Bintik-bintik merah akan muncul dalam 1 atau 2 hari setelah gejala awal muncul. Setelah itu kondisi kesehatan anak diperparah dengan munculnya ruam merah di sekujur tubuh.
Tidak hanya itu, setiap bintik akan memanas, lalu pecah dan mengeluarkan air, perlahan-lahan mengering dan akhirnya mengeras. Kondisi mengeras ini sama seperti luka goresan di kulit yang membutuhkan waktu lagi supaya benar-benar mengelupas dan kulit kembali bersih. Proses ini pada umumnya berlangsung selama 10 hingga 16 hari.

Bagaimana Menanganinya?
Karena cacar air merupakan gangguan kesehatan anak yang tidak berisiko alias berbahaya, selama sakit anak tidak perlu dirawat di rumah sakit, cukup beristirahat di rumah. Anak perlu banyak istirahat dan mengonsumsi obat secara teratur untuk mengurangi demam dan rasa gatal yang ditimbulkan bintik-bintik tersebut.

Apakah cacar air Bisa Dicegah?
Meskipun hampir semua orang pernah menderita cacar air, tetapi hal ini juga bisa dicegah dengan cara memberikan vaksin. Biasanya dokter akan memberikan 2 dosis vaksin untuk anak-anak maupun orang dewasa.
Jika Moms pernah menjumpai seorang anak yang telah mendapatkan vaksin cacar air tetap terinfeksi, itu merupakan jenis yang ringan.
Kerja vaksin cacar air juga perlu didukung dengan menghindari anak atau orang lain yang terkena penyakit tersebut. Untuk itu jika buah hati Moms sedang sakit cacar, biarkan dia istirahat di rumah untuk sementara waktu demi kesehatan anak-anak. Selain untuk mempercepat proses penyembuhan anak, Moms juga mencegah penyebaran virus di luar rumah.